BRMP TROA Lakukan Pengamatan Hama dan Penyakit Lada untuk Dukung Pengembangan Teknologi Pertanian
Bangka Tengah – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) memperkuat pengembangan teknologi pertanian berbasis inovasi melalui kegiatan pengamatan hama dan penyakit tanaman lada di Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, pada Selasa (21/7). Kegiatan ini bagian dari pengembangan pertanian modern yang mendukung pengendalian organisme pengganggu tanaman secara lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pengamatan dipimpin oleh Kepala BRMP TROA, Prima Luna, S.TP., M.Si., Ph.D., bersama Peneliti BRIN, Bahtiar Rifai, S.E., M.T., Ph.D., serta Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BRMP TROA.
Kegiatan difokuskan pada pengamatan gejala serangan hama penggerek batang lada dan penyakit busuk pangkal batang akibat Phytophthora capsici. Selain itu, di lapang juga ditemukan adanya gejala penyakit karena nematoda, virus dan infeksi jamur. Tim melakukan pengamatan langsung terhadap gejala serangan dan mengambil sampel pada daun, batang, akar, buah dan sampel tanah disertai dokumentasi kondisi tanaman. Seluruh sampel akan dianalisis untuk mengidentifikasi penyebab serangan.
Kepala BRMP TROA menyampaikan bahwa pengumpulan data lapangan merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan teknologi perlindungan tanaman yang lebih modern.
"Data hasil pengamatan ini akan menjadi dasar dalam pengembangan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang lebih tepat sasaran. Ke depan, kami berharap data tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem pemantauan kesehatan tanaman berbasis digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga petani memperoleh rekomendasi yang lebih cepat, akurat dan efektif," ujar Prima Luna.
BRMP TROA terus berkomitmen mengembangkan inovasi teknologi pertanian yang modern, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung peningkatan produktivitas. Sistem pemantauan kesehatan tanaman berbasis data diharapkan dapat membantu petani dalam mengantisipasi serangan hama dan penyakit sejak dini, sehingga budidaya lada menjadi lebih produktif, efisien dan berkelanjutan. (Azw)